Fathin Kareem Wanita penyendiri yang bercita-cita memiliki Wedding Organizer.

Ingin Melaksanakan Resepsi Pernikahan Islami? Pastikan Anda Hindari 5 Hal Ini

2 min read

Ingin Melaksanakan Resepsi Pernikahan Islami? Pastikan Anda Hindari 5 Hal Ini

Sebagai seorang muslim, melaksanakan pernikahan Islami tentu menjadi impian indah yang ingin diwujudkan.

Di dalam Islam, sebuah resepsi pernikahan bukanlah semata perayaan biasa, namun memiliki nilai ibadah yang diatur tata cara dan syariatnya.

Karena itulah, sebuah pernikahan Islami harus memerhatikan beberapa hal penting yang sebaiknya dihindari dalam pelaksanaan resepsi. Berikut adalah kelima hal tersebut.

1. Campur Baur Laki-laki dan Perempuan

Dalam resepsi pernikahan, percampurbauran antara tamu laki-laki dan perempuan adalah hal yang biasa, padahal sebenarnya hal tersebut terlarang dalam Islam.

Menurut Syaikh Muhammad Ibnu Shalih Utsaimin dalam Min Mungkarat Al-Aftrah hal 8, beliau menjelaskan bahwa ikhtilath atau campur baurnya laki-laki dan perempuan dapat memberikan dampak negatif.

Di antara dampak negatif itu adalah bisa terjadi saling mencela jika penampilan kedua mempelai tidak menarik. Di sisi lain, bila mempelai cantik atau tampan, dikhawatirkan timbul fitnah syahwat dalam resepsi pernikahan itu.

Selain itu, dapat terjadi pula fitnah seperti yang sering viral di media sosial, di mana mantan kekasih atau pacar dari salah satu mempelai justru menumpahkan perasaannya di tengah pesta.

Hal-hal tersebut dapat dihindari bila tidak terjadi campur baur dalam resepsi pernikahan.

2. Melalaikan Ibadah Wajib

Termasuk hal yang harus dihindari dalam pelaksanaan resepsi pernikahan, adalah meninggalkan ibadah wajib, terutama salat.

Sangat disayangkan bila dalam sebuah resepsi pernikahan, baik mempelai maupun keluarganya sampai meninggalkan salat. Padahal orang sakit pun tetap wajib melaksanakan salat lima waktu.

Di antara alasan mereka yang meninggalkan salat adalah agar make up yang sudah dibayar tidak sia-sia, alasan lain adalah banyaknya tamu yang tidak ingin ditinggalkan walau sejenak.

Padahal resepsi pernikahan bukanlah alasan bolehnya meninggalkan salat lima waktu. Karena itu bila tidak ingin make up yang sudah dibayar menjadi sia-sia, sebaiknya pilihlah waktu resepsi yang tidak menabrak waktu salat wajib.

3. Mengadakan Hiburan dengan Nyanyian yang Haram

Syaikh Muhammad Ibnu Shalih Al-Utsaimin mengatakan bahwa sebenarnya dalam Islam diperbolehkan adanya nyanyian dan hiburan dalam resepsi pernikahan.

Tetapi penghibur atau penyanyinya harus menutup aurat dan tidak menyanyikan lagu-lagu yang mengumbar syahwat atau mendorong perbuatan zina.

Sayangnya dalam resepsi pernikahan yang umum terjadi saat ini, hal tersebut tidak terlalu diperhatikan.

Kebanyakan lagu yang dinyanyikan adalah lirik pengumbar syahwat dan dinyanyikan sambil melenggak-lenggokkan tubuh.

Bahkan tak jarang pakaian yang dikenakan oleh biduan sangat terbuka. Hiburan seperti itu harus dihindari dalam pelaksanaan pernikahan yang Islami.

4. Bersikap Berlebih-lebihan

Islam melarang sikap berlebih-lebihan dalam segala hal. Bahkan di dalam Alquran, Allah menyebut pelaku boros sebagai teman setan.

Tidak kurang ada 22 ayat dalam Alquran yang membahas tentang ancaman bagi orang-orang yang bersikap boros dan berlebih-lebihan. Karena itu pesta pernikahan yang Islami haruslah terhindar dari pemborosan.

Pemborosan yang kerap terjadi di antaranya adalah para tamu yang mengambil makanan dalam jumlah banyak, namun tidak menghabiskannya.

Pihak mempelai juga kadang berlebihan dalam hal hiburan, busana, maupun dekorasi pernikahan.

Tak jarang pula dalam resepsi disajikan menu makanan mewah yang tidak biasa di lidah para tamu, akibatnya makanan tersebut jadi tersisa.

Bila ingin mengetahui tentang menu apa yang tepat untuk resepsi pernikahan Anda, silakan telusuri teguhboentoro.com.

5. Tidak Mengundang Fakir Miskin

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah, hanya orang-orang kaya yang diundang kepadanya, sedangkan kaum fakir dibiarkan (tidak diundang)” (HR Bukhari dan Muslim)

Maknanya bahwa dalam sebuah pernikahan Islami, tidak boleh hanya mengundang orang-orang kaya saja, sementara kaum fakir miskin diabaikan.

Dengan ringkasan hal-hal yang harus dihindari ini, semoga Anda dapat melaksanakan pernikahan Islami yang sesuai sunah Rasulullah. Sehingga dapat terwujud keluarga Islami yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

 

Fathin Kareem Wanita penyendiri yang bercita-cita memiliki Wedding Organizer.

Nikah Mut’ah

Fathin Kareem
4 min read

Nikah Muda

Fathin Kareem
5 min read

Pernikahan Adat Jawa

Fathin Kareem
4 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *